watch sexy videos at nza-vids!
Cerita17tahun.Sextgem.Com
Koleksi Cerita Sex dan Foto Bugil Dewasa Terlengkap Sepanjang Masa
Cerita Sex Cerita DewasaCerita Nakal Cerita Panas Cerita Mesum Cerita Birahi Kisah Porno Cerita Ngentot Cerita ML Cerita Memek Foto Bugil Hot Foto Telanjang IGOFoto Bogel Naked Pictures Selfie Bugil

bokep
Klik Disini Untuk Download

CERITA SEX TERBARU

bokep
Klik Disini Untuk Download

   Sudah seminggu lebih semenjak kejadian kemarin itu berlalu tapi aku mencoba bersikap seperti biasa kepada Nia. Walaupun begitu, tidak dapat kupingkiri kalau Nia memang jadi berbeda dari biasanya. Setiap berpapasan atau disaat aku meminta dia mengerjakan sesuatu, yang biasanya dijawab dengan riang kini dijawab hanya dengan anggukan kecil saja. Sempat khawatir juga kalau dia tiba-tiba retak dan memblowup kejadian kemarin itu ke istriku. Waduh aku tidak bisa membayangkan apabila hal tersebut terjadi...

  Aku jadi berpikir keras bagaimana agar situasi ini bisa kembali kondusif, karena bila kubiarkan seperti ini tentu ujung-ujungnya istriku pasti akan ngeh juga kan?

  Hal pertama yang muncul dipikiranku saat itu cuma satu, aku sepertinya harus melakukan pendekatan secara persuasif ke dia. Siapa tahu dengan membelikan sesuatu yang menyenangkan hatinya, dia bisa melupakan atau minimal mengalihkan pikirannya dari kejadian tersebut.

  Jumat itu sebelum pulang dari kantor, aku minta izin kepada istriku untuk pulang malam karena harus singgah ke rumah temanku dulu di daerah Blok M, padahal rencanaku saat itu sebenarnya ingin membelikan beberapa pasang baju untuk Nia.

  Ngubek-ngubek mencari baju yang cocok dan pas untuk seorang wanita ternyata tidak segampang yang aku kira. Duuhh.. sudah beberapa puluh pakaian yang aku pilih2 tapi rasa-rasanya masih belum ketemu yang cocok menurut anggapanku. Beruntung saat itu ada seorang remaja putri yang kira2 seumuran dengan Nia mau membantuku memilih baju yang tepat. Fiuhhh... akhirnya dapat juga apa yang kubutuhkan...

  Besoknya ketika istriku pergi keluar untuk hangout bareng teman2nya, tanpa membuang2 waktu aku langsung memanfaatkan situasi tersebut untuk mendekati Nia yang sedang sibuk memasak didapur. Sepertinya dia sedang mempersiapkan menu makan siang untukku.

  "Nia, kamu masak apa hari ini?" Tanyaku dengan penuh perhatian.
  "Anu,pak, masak ikan tongkol disambelin sama tumis kangkung" jawabnya gelisah.
  "Oh ya udah klo begitu.. Eh kamu sudah mandi blom? Kalau sudah nanti habis masak tolong pijetin saya lagi ya? Sudah seminggu nih saya blom dipijet2 lagi sama kamu."
  Kali ini sengaja kutunggu sampai dia menjawab pertanyaanku agar aku bisa melihat seperti apa responnya.
  "Iy..iya pak, nanti Nia mandi dulu..." Jawabnya pelan dan terbata2 tanpa memandang ke arahku. Hmmm... Terus terang aku masih meraba2 tentang perasaannya saat itu tapi nantilah pasti akan aku korek2 terus sampai aku tahu seaman apa sebenarnya posisiku saat ini.

  Padahal baru 15 menit aku tunggu dia selesai memasak tapi aku sudah tidak sabar saja antara ingin tahu perasaan dia terhadapku dan selain itu tentunya aku juga sudah kangen merasakan jari2 kecilnya bermain dengan adik kecilku. Ahh.. Aku tetap harus menunggu beberapa menit lagi karena dia harus mandi terlebih dahulu. Damnnn...

  Bunyi cipratan air kamar mandi membuatku semakin gelisah. Aku benar2 sudah tidak sabar untuk menunggunya lebih lama lagi karena otakku saat itu sudah dipenuhi dengan ide2 gila yang ingin segera aku realisasikan bersama pembantu cantikku ini. Lalu tiba2 ide cemerlang pun muncul. Ku ambil handphone blackberryku dan dengan cepat ku aktifkan fitur video recordingnya. Walau perasaan deg2an karena takut ketahuan, dengan hati2 kuarahkan lensa kamera blackberryku ke atas ventilasi kamar mandi dimana Nia sedang asyik mengguyur tubuh telanjangnya. Shit! Sangking deg2annya aku jadi tidak berani lama2 untuk merekam moment tersebut. Segera ku turunkan tanganku dan kumatikan mode rekamnya untuk mengecek apakah gambar yang kumaksud terekam dengan baik atau tidak. Wow! Ternyata spyshot yg kulakukan itu lumayan sempurna. Bisa kulihat jelas bodynya yg aduhai walau hanya dari belakang. Lalu payudaranya yang montok itu terlihat begitu kenyal dan menggoda sehingga membuat adik kecilku langsung berdiri dengan tegak perkasa.
  Ohhh Nia, ingin rasanya ku dobrak pintu kamar mandi ini dan ku entot kamu saat itu juga sayang...

"Saya tunggu di kamar ya!" Teriakku semangat saat Nia baru keluar dari kamar mandi, tapi dia tidak menjawab atau mungkin suaranya terlalu kecil untuk ku dengar saat itu.

Tak berapa lama kemudian Nia sudah berada di kamarku, sedangkan aku sedang berbaring menunggunya.
"Sini kamu sandaran disini" tanganku menunjuk kearah sandaran springbed.
"Tolong pijetin kepala saya dulu ya".
Tapi tetap tak terdengar sepatah katapun yg keluar dari mulutnya walaupun dia menuruti perintahku itu.

Nia duduk bersandar sedangkan aku dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun langsung merebahkan tubuhku diatas tubuhnya. Kepalaku dengan sengaja kuposisikan tepat diantara kedua payudaranya sehingga bisa kurasakan kembali hangat dan empuknya gunung kembar itu menjepit kedua sisi kepalaku. Emhhhh.... Nyaman dan hangat sekali rasanya...

Nia mulai memijat2 kepalaku dengan kaku. Sepertinya dia memang masih shock dengan kejadian waktu lalu. Aku pun mencoba mencairkan suasana dengan mengajaknya berbicara.
"Ngomong2 kamu sdh punya pacar apa blom Nia?" Tanyaku pelan berharap dia mau meresponnya.
"...Belum Pak..." Jawabnya lambat.
"Tapi sudah pernah pacaran kan?" Tanyaku kembali.
"Kalau pacaran Nia belum pernah pak.. Tapi kalu suka2an iya pernah dulu waktu dikampung.."
"Oh gitu, h

hmbck
Semua isi dari web ini adalah content dewasa 18+ bukan untuk konsumsi anak2 dibawah umur hasil dari pencarian Google.Com dan bukan karya asli dari Cerita17tahun.Sextgem.Com. Admin tidak bertanggung jawab terhadap efek yg ditimbulkan